Wajah-wajah yang saya lihat di industri modeling bisa jadi membosankan.
(The faces I see in the modeling industry can get dull.)
Pernyataan tersebut menyoroti kekhawatiran umum dalam industri modeling: risiko penampilan menjadi monoton atau kehilangan vitalitas sebelumnya. Fashion dan modeling adalah industri yang sangat berfokus pada visual, yang sering kali menekankan standar kecantikan dan kebaruan yang konstan. Seiring berjalannya waktu, upaya mengejar kesempurnaan tanpa henti ini dapat menyebabkan model merasa terkurung dalam tampilan atau gaya tertentu, sehingga menimbulkan perasaan stagnan. Kebosanan ini dapat berasal dari rutinitas yang berulang, tekanan untuk mengikuti tren yang terus berkembang, dan potensi hilangnya ekspresi individu di balik tuntutan komersial. Lingkungan seperti itu mungkin secara tidak sengaja menekan kreativitas, bahkan membuat individu yang paling dinamis pun merasa tidak terinspirasi atau termekanisasi. Ini adalah pengingat yang menyedihkan bahwa kecantikan dan individualitas adalah sesuatu yang cair dan harus dirayakan lebih dari sekadar penampilan dangkal. Mempertahankan keaslian dan memupuk ekspresi identitas yang beragam sangat penting untuk melawan kebodohan ini. Industri harus menyadari pentingnya membina lingkungan di mana para model merasa terinspirasi, dihargai karena keunikannya, dan didorong untuk berkembang daripada menyesuaikan diri. Kecantikan tidaklah statis; ia tumbuh, berubah, dan patut diapresiasi dalam segala bentuknya. Melakukan hal ini tidak hanya menguntungkan model individu tetapi juga memperkaya industri, menjadikannya lebih inklusif, bersemangat, dan asli. Kutipan ini memicu refleksi tentang bagaimana industri yang berakar pada estetika dapat dan harus berkembang untuk memprioritaskan kesejahteraan mental dan ekspresi diri yang tulus dibandingkan standar yang dangkal.