Para pemikir dan intelektual sayap kiri lebih misoginis terhadap saya dibandingkan dengan tentara. Mereka tidak dapat menerima bahwa seorang remaja putri mampu berpikir, dan mereka meremehkan karya intelektual dan studi yang mungkin telah saya lakukan. Mereka bertanya siapa pria di belakangku.

Para pemikir dan intelektual sayap kiri lebih misoginis terhadap saya dibandingkan dengan tentara. Mereka tidak dapat menerima bahwa seorang remaja putri mampu berpikir, dan mereka meremehkan karya intelektual dan studi yang mungkin telah saya lakukan. Mereka bertanya siapa pria di belakangku.


(The left-wing thinkers and intellectuals have been more misogynist with me than the army. They can't accept that a young woman is able to think, and they underestimate the intellectual work and study I might have done. They ask who is the man behind me.)

📖 Maria de Medeiros

🌍 Portugis

(0 Ulasan)

Kutipan ini menyoroti bias gender yang terus-menerus dihadapi oleh perempuan, bahkan di kalangan progresif atau intelektual. Hal ini menggarisbawahi bagaimana praduga mengenai kemampuan perempuan dapat menyebabkan sikap meremehkan dan kurang menghargai kontribusi intelektual mereka. Pertanyaan “siapa laki-laki di belakang saya” mewakili asumsi stereotip bahwa prestasi perempuan hanya mungkin dicapai melalui dukungan atau pengaruh laki-laki. Hal ini menyerukan pengakuan yang lebih besar terhadap independensi dan otoritas intelektual perempuan, serta menantang stereotip masyarakat yang melemahkan hak pilihan perempuan. Refleksi ini berfungsi sebagai pengingat untuk menumbuhkan lingkungan yang benar-benar menghormati kesetaraan gender dan menentang prasangka yang sudah mendarah daging.

Page views
0
Pembaruan
Januari 11, 2026

Rate the Quote

Tambah Komentar & Ulasan

Ulasan Pengguna

Berdasarkan 0 ulasan
5 Bintang
0
4 Bintang
0
3 Bintang
0
2 Bintang
0
1 Bintang
0
Tambah Komentar & Ulasan
Kami tidak akan pernah membagikan email Anda dengan orang lain.