Ketidakjelasan seorang penulis umumnya sebanding dengan ketidakmampuannya.
(The obscurity of a writer is generally in proportion to his incapacity.)
Kutipan ini menggarisbawahi kebenaran yang mendalam namun terus terang tentang seni menulis. Seringkali, penulis yang kesulitan mengkomunikasikan pemikirannya dengan jelas cenderung bersembunyi di balik bahasa yang berbelit-belit, referensi yang tidak jelas, atau struktur yang rumit. Ketidakjelasan tersebut dapat menjadi tanda bahwa pemahaman penulis terhadap subjek atau kemampuan mereka untuk mengungkapkannya terbatas, sehingga menyebabkan mereka menutupi kekurangan mereka dengan verbositas atau kompleksitas. Sebaliknya, penulis yang benar-benar terampil biasanya mengkomunikasikan ide-ide mereka dengan jelas dan tepat, sehingga membuat karya mereka mudah diakses dan menarik. Pengamatan ini menunjukkan bahwa ukuran kompetensi seorang penulis sering kali dapat diukur dari transparansi tulisannya: semakin lugas dan jelas prosanya, semakin percaya diri dan cakap penulisnya. Sebaliknya, ketidakjelasan mungkin merupakan permintaan maaf atas kurangnya pemahaman atau penguasaan. Terlebih lagi, prinsip ini tidak hanya berlaku bagi penulis individual; ini menyoroti pelajaran yang lebih luas dalam semua bentuk komunikasi: kejelasan sama dengan kekuatan. Orang mungkin sering salah mengira kompleksitas sebagai kecerdasan, namun seni menulis yang baik melibatkan menghilangkan kata-kata yang tidak perlu untuk mengungkap ide inti. Penulis harus berusaha untuk mencapai kesederhanaan bukan demi kemudahan yang dangkal tetapi untuk menumbuhkan pemahaman yang tulus di antara pembacanya. Menyadari hubungan antara kejelasan dan kompetensi mendorong penulis untuk terus menyempurnakan keterampilannya, menghindari godaan kebingungan, dan memprioritaskan komunikasi yang efektif. Pada akhirnya, kutipan tersebut mengundang refleksi tentang pentingnya kerendahan hati dan penguasaan — menekankan bahwa ciri sebenarnya dari bakat adalah kemampuan untuk membuat ide-ide kompleks dapat dipahami tanpa distorsi atau hiasan.