Alasan mengapa misi luar angkasa memerlukan gravitasi buatan sudah jelas: manusia tidak berevolusi untuk hidup dalam gravitasi nol.
(The reason space missions need artificial gravity is clear: humans simply did not evolve to live in zero gravity.)
Kutipan ini menyoroti tantangan mendasar dalam eksplorasi ruang angkasa yang dilakukan manusia β tubuh kita secara inheren beradaptasi dengan gravitasi bumi. Paparan gravitasi nol dalam waktu lama dapat menyebabkan atrofi otot, hilangnya kepadatan tulang, dan masalah kesehatan lainnya. Gravitasi buatan dapat menjadi inovasi penting untuk misi jangka panjang di masa depan, yang memungkinkan astronot menjaga kesehatan dan kesejahteraan mereka. Hal ini menekankan pentingnya merancang habitat luar angkasa yang meniru kondisi bumi untuk mendukung umur panjang manusia di luar planet kita. Saat kita menjelajah lebih jauh ke alam semesta, memahami dan mengatasi rintangan biologis ini tetap penting untuk kelangsungan hidup dan kesuksesan kita.