Kebutaan manusia yang selektif dan sukarela memungkinkan mereka mengabaikan konsekuensi moral dari pilihan mereka. Ini telah menjadi salah satu sifat paling berharga dari spesies ini, dalam kaitannya dengan kelangsungan hidup komunitas manusia tertentu.
(The selective voluntary blindness of human beings allows them to ignore the moral consequences of their choices. It has been one of the species' most valuable traits, in terms of the survival of any particular human community.)
Konsep kebutaan selektif dan sukarela menunjukkan bahwa manusia mempunyai kecenderungan untuk mengabaikan implikasi moral dari tindakan mereka. Perilaku ini telah menjadi ciri penting bagi kelangsungan hidup dan kohesi berbagai komunitas manusia sepanjang sejarah. Dengan mengabaikan kenyataan yang tidak menyenangkan, individu sering kali dapat memprioritaskan kebutuhan mendesak dan menjaga keharmonisan sosial.
Kebutaan selektif ini dapat berfungsi sebagai mekanisme perlindungan bagi individu dan tantangan bagi moralitas, karena memungkinkan adanya pilihan yang mungkin tidak sejalan dengan standar etika. Meskipun hal ini mungkin menguntungkan masyarakat dalam jangka pendek, sifat ini menimbulkan pertanyaan mengenai akuntabilitas dan konsekuensi jangka panjang dari pengabaian tanggung jawab moral.