AS telah mengambil peran aktif dalam perang mulai dari Libya hingga Republik Afrika Tengah, mengirimkan pasukan operasi khusus ke negara-negara mulai dari Somalia hingga Sudan Selatan, melakukan serangan udara dan misi penculikan, bahkan mendaratkan pasukan di negara-negara yang AS janjikan untuk tidak melakukannya.

AS telah mengambil peran aktif dalam perang mulai dari Libya hingga Republik Afrika Tengah, mengirimkan pasukan operasi khusus ke negara-negara mulai dari Somalia hingga Sudan Selatan, melakukan serangan udara dan misi penculikan, bahkan mendaratkan pasukan di negara-negara yang AS janjikan untuk tidak melakukannya.


(The U.S. has taken an active role in wars from Libya to the Central African Republic, sent special ops forces into countries from Somalia to South Sudan, conducted airstrikes and abduction missions, even put boots on the ground in countries where it pledged it would not.)

📖 Nick Turse

🌍 Amerika  |  👨‍💼 Sejarawan

(0 Ulasan)

Kutipan ini menyoroti paradoks dan kompleksitas intervensi militer AS. Hal ini menggarisbawahi bagaimana pernyataan politik tentang non-intervensi sering kali bertentangan dengan tindakan di lapangan yang melibatkan pertempuran ekstensif dan operasi rahasia. Kebijakan-kebijakan tersebut dapat mengancam kredibilitas diplomatik dan menimbulkan pertanyaan etis mengenai kedaulatan dan maksud sebenarnya di balik kegiatan militer tersebut. Kutipan tersebut memancing refleksi mengenai konsistensi kebijakan luar negeri dan kerugian manusia yang terkait dengan intervensi ini.

Page views
0
Pembaruan
Januari 02, 2026

Rate the Quote

Tambah Komentar & Ulasan

Ulasan Pengguna

Berdasarkan 0 ulasan
5 Bintang
0
4 Bintang
0
3 Bintang
0
2 Bintang
0
1 Bintang
0
Tambah Komentar & Ulasan
Kami tidak akan pernah membagikan email Anda dengan orang lain.