Ada kalanya kita menguji ledakan sebenarnya, dan ada kalanya kita meledakkan sesuatu hanya karena kita bisa.
(There are times when we're testing an actual explosion, and then there are times when we blow stuff up just because we can.)
Kutipan ini menyoroti garis tipis antara eksperimen yang disengaja dan penghancuran yang sembrono. Hal ini mencerminkan kecenderungan manusia yang terkadang melakukan perilaku destruktif tanpa kebutuhan yang jelas, mungkin didorong oleh rasa ingin tahu atau dorongan kekuasaan. Hal ini mendorong kita untuk mempertimbangkan pentingnya niat dan tanggung jawab dalam tindakan yang dapat menimbulkan kerugian atau kekacauan. Meskipun eksperimen untuk mencapai kemajuan dapat bermanfaat, tindakan yang dilakukan hanya untuk tujuan kehancuran mungkin tidak memiliki tujuan dan etika, sehingga menjadi pengingat untuk mengambil keputusan dengan bijaksana.