Tidak ada yang lebih menjengkelkan daripada pria yang tidak mau membalas, kecuali wanita yang tidak mau membalasnya.
(There is nothing more aggravating than a man who won't talk back-unless it is a woman who won't.)
Kutipan dari "Anne of Green Gables" karya L.M. Montgomery mencerminkan rasa frustrasi yang dapat muncul dalam komunikasi, terutama ketika salah satu pihak tidak responsif. Hal ini menunjukkan bahwa keterlibatan dalam percakapan itu penting, dan kurangnya percakapan dapat menjengkelkan, apa pun gendernya. Sentimen ini menyoroti harapan sosial bahwa masyarakat harus berpartisipasi aktif dalam dialog untuk menumbuhkan pemahaman dan hubungan.
Pengamatan menunjukkan dinamika interaksi dan nilai yang diberikan pada komunikasi terbuka. Dalam konteks novel, ini menggarisbawahi pentingnya ekspresi diri dan nuansa hubungan. Tulisan Montgomery sering kali menangkap esensi emosi manusia, membuat kutipan ini beresonansi dengan siapa pun yang pernah merasakan pedasnya keheningan dalam percakapan.