Waktu membuat segala sesuatunya terjadi.
(Time brings all things to pass.)
Kutipan ini merangkum perjalanan waktu yang tak terhindarkan dan dampaknya yang besar terhadap setiap aspek kehidupan. Hal ini menggarisbawahi gagasan bahwa apa pun keadaannya—baik suka, duka, sukses, atau gagal—waktu memiliki kekuatan untuk mengubah dan pada akhirnya menyelesaikan segalanya. Dalam perjalanan hidup kita, kita sering kali menjumpai momen-momen emosi yang intens atau keputusan-keputusan penting yang tampaknya tidak dapat diatasi pada saat itu. Namun, dengan kesabaran dan berlalunya waktu, perasaan dan tantangan tersebut cenderung memudar atau berkembang, sehingga memunculkan perspektif dan solusi baru. Ungkapan ini berfungsi sebagai pengingat untuk percaya pada proses perubahan yang alami, mendorong ketahanan dan harapan bahkan di masa-masa sulit. Hal ini juga menekankan sifat pengalaman manusia yang bersifat sementara, meyakinkan kita bahwa rasa sakit hanya bersifat sementara dan kemajuan serta penyembuhan sering kali memerlukan waktu. Pada tingkat yang lebih luas, kutipan tersebut mengisyaratkan pentingnya ketekunan dan penerimaan, yang mendorong kita untuk menerima arus kehidupan daripada menolaknya. Menyadari bahwa waktu memiliki kualitas penyembuhan dan pemulihan dapat menginspirasi kesabaran dan kerendahan hati, menumbuhkan pola pikir yang menghormati ritme kehidupan. Pada akhirnya, perspektif ini dapat membawa kedamaian, karena mengingatkan kita bahwa tidak ada situasi yang abadi—saat-saat sulit akan berlalu, dan hari-hari yang lebih baik akan segera tiba. Merangkul kebenaran ini dapat memotivasi kita untuk terus bergerak maju, mengetahui bahwa perjalanan waktu menjamin pertumbuhan, pembaruan, dan penutupan pada akhirnya.