Keburukan hanyalah kebajikan yang dikerjakan secara berlebihan. Ekonomi dan berhemat patut dipuji, namun jika kita mengikutinya dengan rasio yang semakin meningkat, apa yang akan kita temukan di sisi lain? Seorang kikir! Jika kita menggunakan waktu luang secara berlebihan, kita mungkin mendapati hal yang tidak valid pada akhirnya, sementara mungkin jika kita membiarkan diri kita lebih banyak waktu menganggur, kita akan menghemat kekuatan saraf dan kesehatan kita hingga melebihi nilai pekerjaan yang dapat kita capai dengan selalu meniru lebah kecil yang sibuk.

Keburukan hanyalah kebajikan yang dikerjakan secara berlebihan. Ekonomi dan berhemat patut dipuji, namun jika kita mengikutinya dengan rasio yang semakin meningkat, apa yang akan kita temukan di sisi lain? Seorang kikir! Jika kita menggunakan waktu luang secara berlebihan, kita mungkin mendapati hal yang tidak valid pada akhirnya, sementara mungkin jika kita membiarkan diri kita lebih banyak waktu menganggur, kita akan menghemat kekuatan saraf dan kesehatan kita hingga melebihi nilai pekerjaan yang dapat kita capai dengan selalu meniru lebah kecil yang sibuk.


(Vices are simply overworked virtues, anyway. Economy and frugality are to be commended but follow them on in an increasing ratio and what do we find at the other end? A miser! If we overdo the using of spare moments we may find an invalid at the end, while perhaps if we allowed ourselves more idle time we would conserve our nervous strength and health to more than the value the work we could accomplish by emulating at all times the little busy bee)

πŸ“– Laura Ingalls Wilder

🌍 Amerika  |  πŸ‘¨β€πŸ’Ό Pengarang

πŸŽ‚ February 7, 1867  β€“  ⚰️ February 10, 1957
(0 Ulasan)

Laura Ingalls Wilder berpendapat bahwa keburukan sering kali berasal dari penekanan yang berlebihan pada kebajikan. Misalnya saja, meskipun hemat dan berhemat merupakan sifat yang patut dipuji, namun jika dilakukan secara ekstrem, hal tersebut dapat berakibat buruk, seperti menjadi orang yang kikir. Idenya adalah ketika kebajikan didorong terlalu jauh, hal itu bisa berubah menjadi perilaku yang merugikan. Perspektif seperti ini mendorong pendekatan hidup yang seimbang, dan sikap moderat adalah kuncinya.

Wilder juga menyinggung pentingnya waktu senggang dan waktu menganggur. Dengan bekerja terlalu keras dan terus berupaya mencapai produktivitas, kita berisiko merusak kesehatan dan kesejahteraan kita. Daripada selalu meniru "lebah yang sibuk", mungkin lebih bijaksana jika kita memberikan waktu istirahat pada diri kita sendiri. Keseimbangan ini pada akhirnya dapat membantu kita menjaga energi dan kesehatan, membuktikan bahwa istirahat bisa lebih berharga daripada bekerja tanpa henti.

Page views
62
Pembaruan
November 06, 2025

Rate the Quote

Tambah Komentar & Ulasan

Ulasan Pengguna

Berdasarkan 0 ulasan
5 Bintang
0
4 Bintang
0
3 Bintang
0
2 Bintang
0
1 Bintang
0
Tambah Komentar & Ulasan
Kami tidak akan pernah membagikan email Anda dengan orang lain.