Kita mempunyai agama yang cukup untuk membuat kita membenci, namun tidak cukup untuk membuat kita saling mencintai.

Kita mempunyai agama yang cukup untuk membuat kita membenci, namun tidak cukup untuk membuat kita saling mencintai.


(We have enough religion to make us hate, but not enough to make us love one another.)

📖 Jonathan Swift

🌍 Irlandia  |  👨‍💼 Penulis

🎂 November 30, 1667  –  ⚰️ October 19, 1745
(0 Ulasan)

Kutipan ini menyoroti paradoks mendalam tentang sifat manusia dan peran agama dalam masyarakat. Seringkali, doktrin agama dimaksudkan untuk meningkatkan cinta, kasih sayang, dan pengertian di antara masyarakat. Namun, sejarah dan peristiwa terkini menunjukkan bahwa agama kadang-kadang dapat digunakan sebagai alat perpecahan, kebencian, dan konflik. Ungkapan ini menunjukkan bahwa umat manusia hanya memiliki ideologi agama yang cukup untuk memupuk perpecahan dan permusuhan, namun tidak memiliki komitmen spiritual yang tulus untuk menginspirasi persatuan dan cinta tanpa syarat. Hal ini mendorong kita untuk merenungkan kesenjangan antara ajaran-ajaran dari banyak tradisi agama dan bagaimana ajaran-ajaran tersebut kadang-kadang ditafsirkan atau dimanipulasi untuk membenarkan dorongan hati kita yang paling buruk. Kutipan tersebut menggarisbawahi pentingnya pengembangan moral yang otentik dan penganut yang tulus terhadap nilai-nilai inti yang dianut banyak agama—yaitu cinta, pengampunan, dan empati. Hal ini juga mengundang introspeksi mengenai nilai-nilai kemasyarakatan dan bagaimana identitas agama dapat dikooptasi demi keuntungan politik atau pribadi, bukan demi perbaikan hubungan antarmanusia. Pada akhirnya, kutipan tersebut menantang kita untuk memeriksa apakah ekspresi keagamaan kita berfungsi sebagai penghalang atau jembatan untuk memahami satu sama lain. Hal ini memerlukan pergeseran dari religiusitas yang dangkal menuju internalisasi cinta dan kasih sayang yang lebih dalam, sehingga memupuk keharmonisan masyarakat yang sejati. Jika umat manusia lebih banyak berinvestasi pada kebaikan yang tulus dan lebih sedikit pada perbedaan yang ditafsirkan, mungkin dunia akan menjadi tempat yang lebih damai, menyelaraskan tindakan lebih dekat dengan cita-cita spiritual yang diusung oleh banyak agama.

Page views
66
Pembaruan
Juni 17, 2025

Rate the Quote

Tambah Komentar & Ulasan

Ulasan Pengguna

Berdasarkan 0 ulasan
5 Bintang
0
4 Bintang
0
3 Bintang
0
2 Bintang
0
1 Bintang
0
Tambah Komentar & Ulasan
Kami tidak akan pernah membagikan email Anda dengan orang lain.