Kami diharapkan menjadi tangguh dan kuat dan terus maju. Jadi, saya tidak tahu bagaimana mencontohkan percakapan yang sehat.
(We were expected to be tough and strong and get on with it. So, I didn't know how to model a healthy conversation.)
Kutipan ini menyoroti tekanan masyarakat yang sering kali diberikan pada individu untuk tampil tangguh dan mandiri, terutama dalam situasi yang menantang. Harapan seperti itu dapat menghambat komunikasi terbuka dan kerentanan emosional, sehingga sulit mengembangkan keterampilan seperti dialog yang sehat. Mengenali pola ini adalah langkah pertama dalam membina lingkungan yang menghargai kejujuran dan ekspresi emosional, sehingga menghasilkan hubungan yang lebih kuat dan kesejahteraan mental.