Anehnya, ayah saya tidak ingin saya menjadi aktor, dia selalu menolaknya. Dia memberitahuku berkali-kali. Itu hanya membuatnya lebih menarik bagi saya.
(Weirdly, my dad didn't want me to become an actor, he was always quite resistant to it. He told me as much many times. That just made it more attractive to me.)
Kutipan ini menyoroti bagaimana penolakan orang tua terkadang dapat memperkuat tekad seseorang, bukan melemahkannya. Hal ini menggarisbawahi semangat pemberontakan dan tekad yang dapat muncul ketika anggota keluarga dekat menentang jalan yang dipilih. Perlawanan seperti itu sering kali bertindak sebagai katalisator, memperkuat komitmen individu terhadap tujuannya. Hal ini mengingatkan kita bahwa tekanan eksternal dan kesalahpahaman mungkin secara tidak sengaja mengilhami upaya mengejar impian yang lebih dalam, terutama ketika keaslian dan aspirasi pribadi dipertaruhkan.