Apa yang saya anggap sebagai 'freakonomics' sebagian besar adalah bercerita seputar sebuah ide - bukan tema tetapi sebuah ide. Saya lebih menyukai ide daripada tema. Tema membosankan. Temanya adalah, 'Wol kembali lagi', namun gagasannya adalah, 'Mengapa wol kembali lagi?'
(What I think of as 'freakonomics' is mostly storytelling around an idea - not a theme but an idea. I like ideas much more than themes. Themes are boring. Themes are, 'Wool is back,' but ideas are, 'Why is wool back?')
Kutipan ini menekankan kekuatan ide atas tema dalam penceritaan dan analisis. Berfokus pada 'mengapa' di balik pola atau tren akan memicu rasa ingin tahu dan pemahaman yang lebih dalam. Daripada sekadar mencatat bahwa sesuatu sedang terjadi, menyelidiki alasan di balik hal tersebut akan membuka jalan menuju wawasan dan inovasi. Perspektif ini mendorong kita untuk menantang narasi yang ada dan mencari penyebab atau motivasi yang mendasarinya, sehingga diskusi menjadi lebih kaya dan berdampak. Ini adalah pengingat bahwa penyampaian cerita yang menarik sering kali bergantung pada pengungkapan ide-ide inti yang mendorong fenomena, bukan sekadar memberi label atau mengkategorikannya.