Saat matahari terbenam bagaikan api, aku akan memikirkanmu, saat bulan memancarkan cahayanya, aku akan mengingatnya juga, jika hujan rintik-rintik turun dengan lembut, aku akan berdiri di tempat ini, mengenang terakhir kali, aku melihat wajah baikmu. Nasib baik menyertaimu, sampai akhir perjalananmu, biarkan air mengalir dengan tenang, untukmu, sahabatku.
(When the sun sets like fire, I will think of you, when the moon casts its light, I'll remember, too, if a soft rain falls gently, I'll stand in this place, recalling the last time, I saw your kind face. Good fortune go with you, to your journey's end, let the waters run calmly, for you, my dear friend.)
Kutipan tersebut mencerminkan rasa nostalgia dan kenangan indah yang mendalam. Ini membangkitkan gambaran yang jelas, menggambarkan bagaimana elemen alam seperti matahari terbenam, cahaya bulan, dan hujan memicu kenangan akan seorang teman yang disayangi. Keindahan alam menjadi pengingat akan momen-momen bersama dan kehangatan sahabat yang dibawa dalam kehidupan pembicara.
Selain itu, ini menyampaikan harapan yang tulus untuk perjalanan teman tersebut ke depan. Pembicara mengharapkan kedamaian dan nasib baik bagi temannya, yang menunjukkan ikatan dan kepedulian yang kuat. Bahasa puitisnya meningkatkan kedalaman emosi, menggambarkan hubungan antara alam dan ingatan, serta cinta yang terjalin dalam persahabatan.