Ketika hari yang melelahkan mulai bersinar, aku mengistirahatkan kepalaku dan bermimpi, aku menunggangi burung besar yang gelap di malam hari, begitu hening dan tenteram. Lalu aku bisa menyentuh bulan di kejauhan, yang tersenyum di langit, dan mencuri kelap-kelip dari setiap bintang, saat kami terbang melewatinya. Kita akan terbang di malam hari menuju fajar menyingsing, dan menunggu hingga gelap reda, untuk mengagumi pemandangan menakjubkan, matahari terbit di timur. Jadi tertidurlah, si kecil, melayang selembut rumput duri, dan bangun untuk melihat ketika malam telah usai, gaun emas pagi yang indah.

Ketika hari yang melelahkan mulai bersinar, aku mengistirahatkan kepalaku dan bermimpi, aku menunggangi burung besar yang gelap di malam hari, begitu hening dan tenteram. Lalu aku bisa menyentuh bulan di kejauhan, yang tersenyum di langit, dan mencuri kelap-kelip dari setiap bintang, saat kami terbang melewatinya. Kita akan terbang di malam hari menuju fajar menyingsing, dan menunggu hingga gelap reda, untuk mengagumi pemandangan menakjubkan, matahari terbit di timur. Jadi tertidurlah, si kecil, melayang selembut rumput duri, dan bangun untuk melihat ketika malam telah usai, gaun emas pagi yang indah.


(When weary day does shed its light, I rest my head and dream, I ride the great dark bird of night, so tranquil and serene. Then I can touch the moon afar, which smiles up in the sky, and steal a twinkle from each star, as we go winging by. We'll fly the night to dawning light, and wait 'til dark has ceased, to marvel at the wondrous sight, of sunrise in the east. So slumber on, my little one, float soft as thistledown, and wake to see when night is done, fair morning's golden gown.)

πŸ“– Brian Jacques

🌍 Bahasa inggris  |  πŸ‘¨β€πŸ’Ό Penulis

πŸŽ‚ June 15, 1939  β€“  ⚰️ February 5, 2011
(0 Ulasan)

Bagian ini mencerminkan pengalaman malam hari yang menenangkan dan ajaib, di mana pembicara, yang lelah karena siang hari, menemukan kedamaian dalam mimpi. Mereka membayangkan terbang bersama seekor burung hitam yang megah, merasakan ketenangan saat mereka menyentuh bulan dan mengumpulkan bintang-bintang yang berkelap-kelip selama perjalanan surgawi mereka. Gambaran ini membangkitkan pelarian yang tenang dari kenyataan.

Saat mereka melakukan perjalanan sepanjang malam, antisipasi meningkat untuk fajar. Pembicaranya mengajak si kecil untuk beristirahat, menjanjikan bahwa mereka akan terbangun dengan indahnya cahaya pagi dan hangatnya hari yang baru. Pengingat lembut ini menekankan siklus siang dan malam, merayakan keajaiban alam dan transisi mempesona dari senja hingga fajar.

Page views
264
Pembaruan
Oktober 31, 2025

Rate the Quote

Tambah Komentar & Ulasan

Ulasan Pengguna

Berdasarkan 0 ulasan
5 Bintang
0
4 Bintang
0
3 Bintang
0
2 Bintang
0
1 Bintang
0
Tambah Komentar & Ulasan
Kami tidak akan pernah membagikan email Anda dengan orang lain.