Ketika Anda mendapat pukulan pertama, itu seperti membangunkan Anda: Anda tahu, mereka laki-laki, dan tidak seperti tim U-18 ketika Anda bisa menerima banyak pukulan dan tahu Anda akan baik-baik saja, bahwa Anda tidak akan merasakan apa pun setelah pertandingan. Anda pasti mendapatkan pukulan yang lebih keras, tapi itu membantu. Anda tinggal bangun dan melanjutkan permainan, lalu Anda bisa mengembalikannya kepada mereka.
(When you get the first knock, it kind of wakes you up: you know, they are men, and it is not like Under-18s when you can take loads of knocks and know you will be fine, that you won't feel anything after the game. You definitely get harder knocks, but it helps. You just get up and get on with the game, and then you can give it to them back.)
Kutipan ini menangkap realitas nyata dalam menghadapi tantangan fisik dan mental dalam olahraga profesional. Laporan ini menyoroti perbedaan antara masa muda dan masa dewasa dalam hal ketahanan; pemain muda mungkin pulih dengan cepat dari pukulan dan kemunduran, seringkali tanpa merasakan sakit atau konsekuensi yang berarti. Namun, seiring bertambahnya usia pemain, terutama di level profesional, pertemuan menjadi lebih intens dan berdampak. Inisial