Meskipun sungai kehidupan mengalir dengan lancar, ia tetap menjadi sungai yang sama; hanya lanskap di kedua tepian sungai yang tampaknya berubah.

Meskipun sungai kehidupan mengalir dengan lancar, ia tetap menjadi sungai yang sama; hanya lanskap di kedua tepian sungai yang tampaknya berubah.


(While the river of life glides along smoothly, it remains the same river; only the landscape on either bank seems to change.)

📖 Max Muller

🌍 Jerman

🎂 December 6, 1823  –  ⚰️ October 28, 1900
(0 Ulasan)

Kutipan ini dengan jelas menggambarkan keteguhan dan perubahan yang melekat dalam arus kehidupan. Sungai, sebuah metafora keberadaan yang tak lekang oleh waktu, terus mengalir tanpa henti, menandakan esensi abadi dari keberadaan inti kita atau aliran waktu yang terus-menerus. Namun, lanskap sekitar yang kita amati dari tepian sungai selalu berubah, mencerminkan keadaan eksternal, lingkungan, dan pengalaman yang kita temui sepanjang hidup kita. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun kondisi eksternal dan gambaran perjalanan kita mungkin berubah—kita mungkin menghadapi tantangan, hubungan, atau peluang baru—sifat dasar keberadaan kita tetap tidak berubah. Memahami perbedaan ini dapat menumbuhkan rasa stabilitas di tengah kekacauan; menyadari bahwa inti dari diri kita tetap ada terlepas dari perubahan yang kita hadapi memungkinkan kita untuk memupuk ketahanan dan keseimbangan batin. Selain itu, sebagaimana tepian sungai menentukan batas-batas sungai, persepsi dan perspektif kita juga membentuk pemahaman kita tentang perubahan. Kutipan tersebut mengajak kita untuk melihat melampaui perbedaan-perbedaan dangkal yang sekilas terjadi dan untuk mengapresiasi konstanta mendasar yang bertahan sepanjang perubahan. Merangkul kesadaran ini dapat membantu kita menerima aspek-aspek kehidupan yang sementara tanpa melupakan stabilitas internal kita. Hal ini mendorong pendekatan yang penuh kesadaran—mengamati pemandangan yang berkembang dengan rasa ingin tahu, namun mengenali esensi keberadaan kita yang tidak dapat diubah di bawah permukaan perubahan. Singkatnya, metafora ini menggarisbawahi kebenaran mendalam tentang stabilitas kehidupan yang abadi di tengah transformasi yang terus-menerus, mendesak kita untuk menemukan kedamaian dalam inti keberadaan kita yang konstan dan tidak berubah.

Page views
79
Pembaruan
Desember 25, 2025

Rate the Quote

Tambah Komentar & Ulasan

Ulasan Pengguna

Berdasarkan 0 ulasan
5 Bintang
0
4 Bintang
0
3 Bintang
0
2 Bintang
0
1 Bintang
0
Tambah Komentar & Ulasan
Kami tidak akan pernah membagikan email Anda dengan orang lain.