Anda boleh menyampaikan rasa hormat saya kepada mufti agung, tetapi saya tidak akan menutupi diri saya.
(You can pass on my respects to the grand mufti, but I will not cover myself up.)
Kutipan ini menyoroti pendirian otonomi pribadi dan perlawanan terhadap tekanan budaya atau agama. Hal ini menggarisbawahi pentingnya kebebasan individu untuk membuat pilihan mengenai pakaian dan identitasnya, bahkan ketika dihadapkan pada ekspektasi masyarakat atau agama. Deklarasi tersebut menekankan perdebatan yang sedang berlangsung seputar integrasi budaya, ekspresi keagamaan, dan hak-hak perempuan. Pernyataan tersebut menunjukkan penolakan untuk mengkompromikan nilai-nilai pribadi atau kenyamanan demi konformitas, mendorong pembicaraan tentang toleransi, rasa hormat, dan batas-batas kepekaan budaya.