Anda mungkin telah memperbudak tubuh kami, namun hati dan pikiran kami akan selalu bebas!
(You may have enslaved our bodies, but our hearts and minds will always be free!)
Kutipan dari "Lord Brocktree" karya Brian Jacques menekankan ketahanan jiwa manusia bahkan dalam menghadapi penindasan. Meskipun perbudakan fisik dapat membatasi kebebasan seseorang, hakikat seseorang—yang mencakup pikiran, emosi, dan aspirasi—tetap tidak tersentuh. Gagasan ini mencerminkan kekuatan otonomi individu yang bertahan lama dan keengganan untuk membiarkan keadaan eksternal menentukan kebebasan batin seseorang.
Lebih jauh lagi, kutipan tersebut berfungsi sebagai pengingat yang kuat akan pentingnya pembebasan mental dan emosional. Meskipun pengekangan fisik mungkin menekan tubuh seseorang, kapasitas untuk berharap, kreativitas, dan perlawanan ada di dalamnya. Sentimen-sentimen seperti ini sangat terkait dengan tema-tema perjuangan dan ketekunan yang lebih luas yang terdapat dalam berbagai karya sastra, yang menggambarkan bahwa kebebasan sejati melampaui batas-batas fisik belaka.