Dalam "Naked Lunch," William S. Burroughs menyampaikan rasa pengecualian dari aspek dasar keberadaan. Kutipan ini menekankan bahwa pemahaman seseorang tentang kehidupan dan peristiwa terbatas karena mereka tidak menyaksikan awal atau tidak akan mengalami akhir. Ini menggambarkan perspektif filosofis yang mengakui sifat sementara dari pengalaman manusia dan ketidakmampuan untuk memahami gambaran penuh realitas.
Burroughs menunjukkan bahwa pengetahuan secara inheren parsial dan subyektif, dibentuk oleh pengalaman individu daripada kebenaran absolut. Perspektif ini mengundang pembaca untuk merefleksikan sifat persepsi yang membatasi, memperkuat gagasan bahwa banyak dari apa yang kita pikir kita tahu didasarkan pada momen -momen terisolasi daripada pemahaman komprehensif tentang kontinum kehidupan.