Kaum muda terpikat pada cinta dan kasih sayang namun tidak boleh dipaksa untuk pindah agama.
(Young people get lured into love and affection but should not be forced to change religion.)
Kutipan ini menggarisbawahi keseimbangan antara pilihan pribadi dan tekanan masyarakat atau keluarga, terutama terkait agama. Hal ini menyoroti pentingnya menghormati kebebasan individu untuk mempertahankan keyakinan dan keyakinannya tanpa paksaan. Di dunia yang beragam, memupuk pemahaman dan penerimaan sangatlah penting sehingga kaum muda dapat membentuk hubungan yang tulus tanpa takut dipaksa atau dipaksa untuk mengubah aspek-aspek penting dari identitas mereka. Menghargai otonomi pribadi dalam urusan keagamaan akan mendorong keharmonisan dan saling menghormati dalam masyarakat.