Setelan hitam bisa menjadi klasik dan abadi dan tentunya untuk sebagian besar kesempatan. Tapi ingat, yang terpenting bukanlah warna jasnya, melainkan kesesuaian, potongan, gaya, dan tentu saja sikap yang Anda miliki saat memakainya.
(A black suit can be classic and timeless and certainly for most occasions. But remember, it's not so much the color of suit as it is about the fit, cut, style, and, of course, attitude you have when wearing it.)
Kutipan ini menekankan bahwa meskipun pakaian tradisional seperti jas hitam sering dipandang sebagai simbol keanggunan dan keserbagunaan, dampak sebenarnya dari pakaian terletak pada kesesuaiannya dan sikap orang yang memakainya. Penekanan pada kesesuaian, potongan, dan gaya menyoroti bahwa fesyen tidak semata-mata tentang pilihan pakaian namun juga tentang bagaimana pilihan tersebut melengkapi kepribadian dan kepercayaan diri seseorang. Gugatan itu hanyalah sebuah yayasan; cara penyajiannya melalui postur, sikap, dan sikap menentukan efektivitas dan kesesuaiannya dalam berbagai situasi. Gagasan ini meluas ke aspek presentasi pribadi yang lebih luas - bahwa penataan gaya bukan hanya sekedar perhatian dangkal tetapi juga bentuk ekspresi diri dan harga diri. Memiliki pakaian yang sederhana dan pas sering kali dapat memberikan kesan yang lebih kuat daripada pakaian yang mencolok dan tidak pas. Kutipan tersebut mendorong kita untuk fokus pada perawatan pribadi, kebugaran, dan sikap untuk meningkatkan penampilan kita terlepas dari warna atau gaya pakaian. Ini adalah pengingat bahwa penampilan abadi berakar pada keaslian, kepercayaan diri, dan kesesuaian, bukan sekadar mengikuti tren mode. Pada akhirnya, pesan tersebut memperjuangkan gagasan bahwa gaya pribadi adalah tentang pengelolaan citra seseorang melalui sikap dan kehadiran, yang pada gilirannya meningkatkan kualitas pakaian yang paling klasik dan sederhana sekalipun.
---John Varvatos---