Banyak hal yang bisa dikatakan hanya dengan melihat, atau dengan cara tubuh bergerak. Setiap lagu memiliki karakter yang berbeda. Jadi setiap lagu mengambil gerakan tubuh yang berbeda-beda. Dan tubuh harus sesuai dengan subjeknya dan sikap yang Anda miliki terhadap subjek tersebut.

Banyak hal yang bisa dikatakan hanya dengan melihat, atau dengan cara tubuh bergerak. Setiap lagu memiliki karakter yang berbeda. Jadi setiap lagu mengambil gerakan tubuh yang berbeda-beda. Dan tubuh harus sesuai dengan subjeknya dan sikap yang Anda miliki terhadap subjek tersebut.


(A lot can be said with just a look, or the way the body moves. Each song is a different character. So each song takes on a different movement of the body. And the body has to go with the subject and the attitude that you have toward that subject.)

📖 Eartha Kitt

🌍 Amerika

🎂 January 17, 1927  –  ⚰️ December 25, 2008
(0 Ulasan)

Kutipan ini menyoroti kekuatan mendalam dari komunikasi non-verbal dan pentingnya bahasa tubuh dalam mengekspresikan emosi, niat, dan karakter. Bahasa tubuh sering kali lebih berkomunikasi daripada kata-kata, memberikan isyarat halus yang membantu menyampaikan suasana hati, sikap, dan keaslian. Analogi musik dan gerakan menekankan bahwa setiap konteks atau 'lagu' memerlukan ritme, gerak tubuh, atau postur yang berbeda, menyelaraskan ekspresi fisik dengan pesan internal yang ingin diproyeksikan. Bagi pemain dan pembicara, mengendalikan dan memahami gerakan mereka menjadi penting dalam menghidupkan kata-kata mereka dan memperkuat pesan mereka. Hal ini juga mengingatkan kita dalam kehidupan sehari-hari betapa besarnya pengaruh postur tubuh, ekspresi wajah, dan gerak tubuh kita dalam percakapan dan interaksi. Saat kita mengatakan sesuatu sambil tersenyum, mengerutkan kening, atau menatap, hal itu dapat mengubah seluruh makna dan ketulusan komunikasi kita. Atribusi 'karakter' pada setiap lagu menggarisbawahi gagasan bahwa bahasa tubuh harus disengaja dan disesuaikan dengan situasi dan emosi tertentu. Dengan secara sadar menyelaraskan ekspresi fisik kita dengan sikap dan subjek kita, kita dapat menumbuhkan pemahaman yang lebih jelas dan hubungan yang lebih tulus. Dalam arti yang lebih luas, hal ini menggarisbawahi hubungan tak terpisahkan antara pikiran dan tubuh—cara kita merasakan dan berpikir sering kali tercermin melalui kehadiran fisik kita. Kesadaran akan hubungan ini dapat mengarah pada interaksi yang lebih otentik dan penguasaan ekspresi pribadi yang lebih baik, yang penting baik dalam kegiatan artistik maupun percakapan sehari-hari.

Page views
24
Pembaruan
Agustus 20, 2025

Rate the Quote

Tambah Komentar & Ulasan

Ulasan Pengguna

Berdasarkan 0 ulasan
5 Bintang
0
4 Bintang
0
3 Bintang
0
2 Bintang
0
1 Bintang
0
Tambah Komentar & Ulasan
Kami tidak akan pernah membagikan email Anda dengan orang lain.