Ketika sebuah pemikiran terlalu lemah untuk diungkapkan begitu saja, itu adalah bukti jelas bahwa pemikiran tersebut harus ditolak.
(When thought is too weak to be simply expressed it's clear proof that it should be rejected.)
Kutipan dari Luc de Clapiers ini menyentuh hubungan rumit antara pemikiran dan komunikasi. Hal ini menunjukkan bahwa jika suatu ide atau pemikiran tidak dapat diartikulasikan dengan jelas dan sederhana, hal ini merupakan indikasi kekurangan atau kelemahan pemikiran tersebut. Hal ini menyiratkan bahwa kejelasan merupakan kriteria penting untuk validitas dan kekuatan sebuah ide. Pesan mendasarnya mengingatkan kita akan pentingnya kesederhanaan dalam berekspresi, baik sebagai ujian maupun cerminan pemahaman. Jika sebuah pemikiran kuat, maka cenderung lugas dan mudah disampaikan. Ekspresi yang rumit atau kacau mungkin menutupi ketidakpastian, kebingungan, atau kedangkalan gagasan yang mendasarinya. Perspektif ini menantang gagasan romantis bahwa kebenaran mendalam harus diungkapkan dalam istilah yang rumit dan tidak jelas. Sebaliknya, ia mengutamakan kesederhanaan sebagai tanda ketelitian dan kejujuran intelektual. Dalam konteks yang lebih luas, filosofi ini dapat diterapkan pada komunikasi, pengambilan keputusan, dan bahkan kreativitas, mendorong individu untuk menyempurnakan ide-idenya hingga dapat disajikan secara ringkas dan jelas. Oleh karena itu, kutipan ini mengundang refleksi terhadap proses berpikir kritis dan komunikasi yang efektif, mengingatkan kita bahwa kejelasan dalam ekspresi kita bukan hanya sekedar gaya tetapi evaluatif—ini adalah ukuran legitimasi pemikiran dan kelayakan untuk diterima.