Yang terpenting, kita tidak boleh lupa bahwa pemerintah adalah sebuah kejahatan, sebuah perampasan atas penilaian pribadi dan hati nurani individu umat manusia.

Yang terpenting, kita tidak boleh lupa bahwa pemerintah adalah sebuah kejahatan, sebuah perampasan atas penilaian pribadi dan hati nurani individu umat manusia.


(Above all we should not forget that government is an evil, a usurpation upon the private judgement and individual conscience of mankind.)

📖 William Godwin

🌍 Bahasa inggris  |  👨‍💼 Penulis

🎂 March 3, 1756  –  ⚰️ April 7, 1836
(0 Ulasan)

Kutipan dari William Godwin ini dengan tajam mengkritik sifat pemerintah sebagai institusi yang secara inheren melanggar kebebasan individu dan penilaian moral pribadi. Hal ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak berfungsi sebagai kekuatan yang baik hati namun sebagai penindas, yang merampas kedaulatan hati nurani pribadi. Perspektif seperti ini mengajak kita untuk mempertimbangkan kembali peran otoritas dan sejauh mana institusi eksternal harus mempengaruhi pengambilan keputusan pribadi. Sepanjang sejarah, banyak orang berpendapat bahwa pemerintah, meskipun diperlukan untuk ketertiban dan keamanan, sering kali melampaui batas, sehingga mengarah pada tirani, penindasan terhadap kebebasan individu, dan berkurangnya otonomi pribadi. Ide ini sejalan dengan filosofi libertarian dan anarkis, yang menekankan pentingnya kedaulatan individu dan minimal campur tangan negara. Hal ini mendorong kita untuk berpikir kritis tentang keseimbangan antara tatanan masyarakat dan kebebasan pribadi, dan apakah segala bentuk otoritas terpusat dapat benar-benar melayani kepentingan individu tanpa menjadi menindas. Penegasan bahwa pemerintah adalah sebuah kejahatan menggarisbawahi skeptisisme yang mendalam terhadap otoritas, mempertanyakan apakah manfaat dari masyarakat yang terorganisir lebih besar daripada kerugian intrinsik yang disebabkan oleh pelanggaran otonomi. Meskipun dalam praktiknya, pemerintahan yang terorganisir seringkali diperlukan untuk memenuhi kebutuhan kolektif, kutipan ini menantang kita untuk mengadvokasi pemerintahan yang menghormati dan menjaga penilaian pribadi, memastikan bahwa pemerintahan tersebut tetap berada di bawah hati nurani individu. Merefleksikan sikap seperti ini mendorong perdebatan yang terus berlanjut mengenai batasan kewenangan, pentingnya kebebasan pribadi, dan perlunya melindungi hak asasi manusia dari potensi melampaui batas kekuasaan pemerintah.

Page views
82
Pembaruan
Juli 16, 2025

Rate the Quote

Tambah Komentar & Ulasan

Ulasan Pengguna

Berdasarkan 0 ulasan
5 Bintang
0
4 Bintang
0
3 Bintang
0
2 Bintang
0
1 Bintang
0
Tambah Komentar & Ulasan
Kami tidak akan pernah membagikan email Anda dengan orang lain.