Semua mimpi. Jika ada cinta atau kasihan padanya, itu hanya dalam mimpinya.
(All dreams. If there was love or pity for him, it was only in his dreams.)
Dalam "Ender's Game", protagonis Ender Wiggin bergulat dengan isolasi dan tekanan kuat saat ia berlatih untuk peran penting dalam perang melawan spesies asing. Perjalanannya mengungkapkan dampak emosional karena dianggap sebagai anak ajaib dan beban yang ditimpakan kepadanya oleh masyarakat dan keluarganya. Kutipan tersebut mencerminkan bagaimana perasaan cinta dan kasih sayang terdalam Ender hanya ada dalam mimpinya, menyoroti kesepiannya yang mendalam dan perjuangannya untuk mendapatkan koneksi.
Sentimen ini menggarisbawahi tema-tema yang lebih luas dalam novel ini, di mana kenyataan pahit mengenai kepemimpinan dan kelangsungan hidup sering kali menutupi hubungan antarmanusia yang sejati. Mimpi Ender berfungsi sebagai pelarian, mengungkapkan keinginannya untuk memahami dan berempati yang sebagian besar tidak terpenuhi dalam kehidupannya. Narasinya mengeksplorasi konflik antara tugas dan kesejahteraan emosional, membuat pembaca merenungkan pengorbanan manusia atas kebesaran.