Pers yang mampu, tidak tertarik, dan mempunyai semangat publik, dengan kecerdasan yang terlatih untuk mengetahui hak dan keberanian untuk melakukan hal tersebut, dapat melestarikan kebajikan publik yang tanpanya pemerintahan kerakyatan akan menjadi sebuah kepalsuan dan olok-olok.

Pers yang mampu, tidak tertarik, dan mempunyai semangat publik, dengan kecerdasan yang terlatih untuk mengetahui hak dan keberanian untuk melakukan hal tersebut, dapat melestarikan kebajikan publik yang tanpanya pemerintahan kerakyatan akan menjadi sebuah kepalsuan dan olok-olok.


(An able, disinterested, public-spirited press, with trained intelligence to know the right and courage to do it, can preserve that public virtue without which popular government is a sham and a mockery.)

📖 Joseph Pulitzer

🌍 Amerika

🎂 April 10, 1847  –  ⚰️ October 29, 1911
(0 Ulasan)

Kutipan dari Joseph Pulitzer ini menyoroti peran penting pers dalam mempertahankan nilai-nilai yang menjadi dasar pembangunan masyarakat demokratis. Pers di sini tidak hanya dipandang sebagai sarana penyampaian informasi, namun juga sebagai penjaga aktif kebajikan masyarakat. Pulitzer menggarisbawahi perlunya jurnalis untuk mampu, tidak memihak, berpengetahuan luas, dan berani—kualitas yang memungkinkan mereka memahami kebenaran dan menegakkan keadilan. Tanpa pers seperti itu, konsep pemerintahan kerakyatan, oleh dan untuk rakyat, berisiko menjadi hampa dan menipu. Kutipan tersebut mengajak kita untuk merenungkan tanggung jawab yang dipikul oleh media dan dampak signifikannya terhadap kepercayaan publik dan tata kelola. Hal ini lebih lanjut menyiratkan bahwa kekuatan demokrasi tidak dapat dipisahkan dari kekuatan dan integritas pers. Dalam konteks kontemporer, di mana informasi yang salah dan pemberitaan yang bias dapat melemahkan kohesi sosial dan proses demokrasi, kata-kata Pulitzer menjadi pengingat yang kuat akan perlunya praktik jurnalistik yang berkomitmen dan beretika. Visi ini selaras dengan pemahaman yang lebih luas bahwa pers yang bebas dan berprinsip adalah landasan tata kelola yang akuntabel dan keterlibatan masyarakat. Hal ini juga menantang pembaca untuk menuntut dan mendukung standar jurnalistik yang memungkinkan pers memenuhi peran penting masyarakat ini.

Page views
150
Pembaruan
Juni 02, 2025

Rate the Quote

Tambah Komentar & Ulasan

Ulasan Pengguna

Berdasarkan 0 ulasan
5 Bintang
0
4 Bintang
0
3 Bintang
0
2 Bintang
0
1 Bintang
0
Tambah Komentar & Ulasan
Kami tidak akan pernah membagikan email Anda dengan orang lain.