Sebagai seorang anak, aku selalu menghadapi situasi berisiko yang berpotensi melukai diriku sendiri, namun ayah dan ibu tidak pernah menghentikanku melakukan apa yang ingin kulakukan, dan mereka berasumsi bahwa jika aku jatuh dan melukai diriku sendiri, aku akan belajar dari hal itu dan mungkin tidak akan mengulanginya lagi.
(As a child, I was always getting into risky situations with the potential to hurt myself, but mum and dad never stopped me doing what I wanted to do, and they assumed that if I fell and hurt myself, I would learn from that and maybe not do it again.)
Kutipan ini menyoroti pentingnya membiarkan anak-anak mengalami risiko dan belajar dari kesalahan mereka. Hal ini sejalan dengan konsep kemandirian yang diawasi, dimana intervensi minimal akan mendorong ketahanan dan keterampilan pengambilan keputusan. Kepercayaan orang tua terhadap kemampuan anak untuk belajar melalui kesalahan mereka menumbuhkan pertumbuhan, kepercayaan diri, dan kemandirian. Pendekatan seperti ini dapat menumbuhkan pengambilan risiko yang bertanggung jawab dan mendorong pengembangan pribadi, memperkuat gagasan bahwa kegagalan adalah bagian penting dari pembelajaran dan bukan sesuatu yang terlalu ditakuti.