Konsekuensi dari suatu tindakan mempengaruhi kemungkinan terjadinya kembali tindakan tersebut.
(The consequences of an act affect the probability of its occurring again.)
Kutipan ini menyentuh prinsip-prinsip dasar psikologi perilaku, khususnya konsep pengkondisian operan. Hal ini menunjukkan bahwa hasil dari tindakan kita memainkan peran penting dalam membentuk perilaku di masa depan. Ketika suatu perilaku tertentu diikuti dengan konsekuensi positif, seperti penghargaan atau pujian, hal ini meningkatkan kemungkinan perilaku tersebut terulang kembali. Sebaliknya, jika suatu tindakan menghasilkan konsekuensi negatif atau ketidaknyamanan, kemungkinan terulangnya perilaku tersebut akan berkurang. Interaksi antara tindakan dan hasil tindakan ini penting untuk memahami bagaimana perilaku dipelajari dan dipertahankan seiring berjalannya waktu. Menyadari hal ini, individu dan organisasi sama-sama dapat memengaruhi perilaku β pengusaha menggunakan strategi penguatan untuk menumbuhkan kebiasaan kerja produktif, pendidik menerapkan insentif perilaku untuk memotivasi siswa, atau individu mengubah kebiasaan berdasarkan umpan balik yang diterima dari lingkungan mereka. Pada tingkat masyarakat yang lebih luas, prinsip ini menggarisbawahi bagaimana hukum, norma sosial, dan praktik budaya berfungsi sebagai penguat atau penghalang yang memandu perilaku kolektif. Menghargai dinamika ini memungkinkan pengembangan intervensi yang lebih strategis yang ditujukan untuk perubahan perilaku, baik dalam pertumbuhan pribadi, kesehatan mental, pendidikan, atau reformasi sosial. Intinya, kutipan tersebut menekankan pentingnya konsekuensi dalam pola perilaku dan menyoroti pentingnya sengaja membentuk lingkungan untuk mendorong perilaku positif dan mencegah perilaku negatif. Hal ini mengingatkan kita bahwa tindakan kita tidaklah terisolasi; melainkan merupakan bagian dari sistem umpan balik yang terus memperbarui kemungkinan terjadinya perilaku tertentu di masa depan.