Sebagai hasil dari memerankan Freddy Krueger, saya ingat harus melihat beberapa buku kedokteran, dan beberapa kerusakan yang disebabkan oleh api pada manusia, karena merekalah yang menjadi bahan sumber untuk beberapa riasan prostetik yang saya kenakan. Hal ini membantu dan mendukung ketakutan akan kematian akibat api. Hal itulah yang terjadi pada Fred Krueger.

Sebagai hasil dari memerankan Freddy Krueger, saya ingat harus melihat beberapa buku kedokteran, dan beberapa kerusakan yang disebabkan oleh api pada manusia, karena merekalah yang menjadi bahan sumber untuk beberapa riasan prostetik yang saya kenakan. Hal ini membantu dan mendukung ketakutan akan kematian akibat api. Hal itulah yang terjadi pada Fred Krueger.


(As a result of playing Freddy Krueger, I can remember having to look at some medical books, and at some of the disfigurement that fire can cause on people, because they were the source material for some of the prosthetic makeup that I wore. That aided and abetted this fear of death by fire. Which is sort of what happened to Fred Krueger.)

📖 Robert Englund

🌍 Amerika  |  👨‍💼 Aktor

(0 Ulasan)

Kutipan ini menawarkan gambaran menarik tentang proses mendalam yang dilakukan para aktor untuk mewujudkan karakter mereka, terutama mereka yang memiliki latar belakang kelam atau traumatis. Robert Englund menjelaskan penelitian dan persiapan ekstensif yang terlibat dalam penggambaran Freddy Krueger, ikon horor yang terkenal dengan bekas luka yang membara dan kehadiran yang menyeramkan. Paparannya terhadap literatur medis dan penodaan menunjukkan dedikasinya terhadap keaslian, namun juga menyoroti dampak psikologis yang lebih dalam. Batas antara peran dan kenyataan bisa menjadi kabur ketika terlibat secara mendalam dengan aspek fisik dan emosional dari trauma seorang karakter. Refleksi Englund mengungkapkan interaksi kompleks antara kreasi artistik dan persepsi pribadi—bagaimana membenamkan diri dalam penderitaan seorang karakter dapat membangkitkan ketakutan dan asosiasi yang tetap ada bahkan setelah pembuatan film berakhir. Penyebutan ketakutan akan kematian akibat kebakaran yang terkait dengan asal usul karakter tersebut menggarisbawahi kekuatan penceritaan untuk memanfaatkan ketakutan mendasar yang lazim dalam kesadaran manusia. Film horor sering kali mendapatkan dampaknya dari kecemasan universal—kematian, cacat tubuh, kehilangan identitas—dan aktor seperti Englund menjadi penghubung, menyalurkan ketakutan ini melalui penampilan mereka. Pada akhirnya, wawasannya juga menekankan tanggung jawab yang diemban para aktor dan pencipta dalam membentuk narasi horor yang sangat berkesan, sekaligus mengingatkan kita akan dunia gelap, yang sering kali meresahkan, tempat imajinasi dan kenyataan bersinggungan dalam upaya penyampaian cerita yang autentik dan menarik.

Page views
55
Pembaruan
Agustus 09, 2025

Rate the Quote

Tambah Komentar & Ulasan

Ulasan Pengguna

Berdasarkan 0 ulasan
5 Bintang
0
4 Bintang
0
3 Bintang
0
2 Bintang
0
1 Bintang
0
Tambah Komentar & Ulasan
Kami tidak akan pernah membagikan email Anda dengan orang lain.