Ketika saya melewati dinding samping Westminster Abbey, saya hampir tidak melihat apa pun kecuali monumen marmer para laksamana agung, yang semuanya terlalu penuh dengan perhiasan dan ornamen, setidaknya untuk memberi kesan yang diinginkan pada saya.

Ketika saya melewati dinding samping Westminster Abbey, saya hampir tidak melihat apa pun kecuali monumen marmer para laksamana agung, yang semuanya terlalu penuh dengan perhiasan dan ornamen, setidaknya untuk memberi kesan yang diinginkan pada saya.


(As I passed along the side walls of Westminster Abbey, I hardly saw anything but marble monuments of great admirals, but which were all too much loaded with finery and ornaments, to make on me at least, the intended impression.)

📖 Karl Philipp Moritz

🌍 Jerman  |  👨‍💼 Pengarang

🎂 September 15, 1756  –  ⚰️ June 26, 1793
(0 Ulasan)

Kutipan ini menawarkan pandangan kontemplatif terhadap reaksi kita terhadap monumen bersejarah dan cara mereka disusun untuk membangkitkan kekaguman atau rasa hormat. Pengamatan pembicara mengenai banyaknya monumen yang didedikasikan untuk para laksamana besar menyoroti kecenderungan umum untuk mengagungkan pencapaian militer dan kepahlawanan melalui tugu peringatan yang rumit. Namun, pembicara mencatat bahwa monumen-monumen ini, meskipun megah, sering kali dipenuhi dengan detail ornamen dan hiasan dekoratif. Alih-alih membangkitkan rasa kagum, banyaknya hiasan ini mungkin mengalihkan perhatian pengamat dari kualitas yang seharusnya dibanggakan oleh monumen tersebut. Hal ini mengangkat sebuah poin menarik mengenai efektivitas peringatan dan pentingnya kesederhanaan ketika bertujuan untuk membangkitkan rasa hormat atau refleksi yang tulus. Tantangan penulis untuk menemukan dampak yang bermakna di tengah ornamen yang berlebihan mencerminkan kritik yang lebih luas terhadap tampilan yang dangkal versus penghormatan yang autentik. Pada tingkat pribadi, hal ini mendorong refleksi tentang cara kita mendekorasi lingkungan kita sendiri, apakah lingkungan tersebut berfungsi untuk meningkatkan atau mengalihkan perhatian dari nilai-nilai inti atau cerita yang ingin kita pertahankan. Ketegangan antara ornamen dan substansi tidak lekang oleh waktu; hal ini mengingatkan kita bahwa terkadang, kesederhanaan dapat berkomunikasi lebih kuat daripada hiasan yang rumit. Pengamatan ini mendorong kita untuk mempertimbangkan apa sebenarnya yang dimaksud dengan rasa hormat dan kekaguman—apakah perasaan ini dipupuk secara lebih efektif melalui penampilan yang mewah atau dengan pengakuan yang tulus dan tanpa hiasan atas pencapaian dan kebajikan yang dijunjung dalam sejarah?

---Karl Philipp Moritz---

Page views
46
Pembaruan
Agustus 06, 2025

Rate the Quote

Tambah Komentar & Ulasan

Ulasan Pengguna

Berdasarkan 0 ulasan
5 Bintang
0
4 Bintang
0
3 Bintang
0
2 Bintang
0
1 Bintang
0
Tambah Komentar & Ulasan
Kami tidak akan pernah membagikan email Anda dengan orang lain.