Selama Anda adalah perusahaan yang menghasilkan keuntungan, semuanya baik-baik saja.

Selama Anda adalah perusahaan yang menghasilkan keuntungan, semuanya baik-baik saja.


(As long as you're a company that makes profits, all's good.)

📖 Naveen Tewari

🌍 India

(0 Ulasan)

Kutipan ini merangkum cara pandang yang mengutamakan kinerja keuangan di atas pertimbangan lainnya, yang merupakan pandangan umum dalam dunia bisnis. Hal ini menunjukkan bahwa ukuran fundamental keberhasilan suatu perusahaan adalah kemampuannya menghasilkan keuntungan, yang secara potensial menyiratkan bahwa selama kriteria ini dipenuhi, maka permasalahan etika, sosial, atau lingkungan lainnya adalah hal sekunder atau dapat diabaikan. Sikap seperti ini dapat mengarah pada diskusi mengenai tanggung jawab perusahaan dan peran yang harus dimainkan oleh dunia usaha dalam masyarakat.

Dari sudut pandang yang lebih luas, perspektif ini bisa bersifat praktis dan problematis. Profitabilitas tidak dapat disangkal penting bagi kelangsungan hidup dan pertumbuhan perusahaan, karena investor dan pemangku kepentingan biasanya mengharapkan keuntungan finansial. Namun, penekanan yang berlebihan pada keuntungan dapat menumbuhkan budaya yang mengutamakan keuntungan jangka pendek dibandingkan keberlanjutan jangka panjang, perilaku etis, atau dampak sosial. Secara historis, perusahaan yang hanya berfokus pada keuntungan tanpa mempertimbangkan dampaknya sering kali menghadapi reaksi negatif, tindakan regulasi, atau kerusakan reputasi di masa depan. Misalnya, praktik-praktik yang merusak lingkungan atau mengeksploitasi pekerja mungkin akan meningkatkan keuntungan untuk sementara waktu, namun di kemudian hari dapat menimbulkan kerugian besar dan hilangnya kepercayaan.

Dalam etika bisnis modern, terdapat penekanan yang semakin besar terhadap gagasan bahwa perusahaan memiliki tanggung jawab lebih dari sekedar menghasilkan uang – termasuk pengelolaan lingkungan, praktik ketenagakerjaan yang adil, transparansi, dan keterlibatan masyarakat. Menyeimbangkan keuntungan dengan tanggung jawab sosial sering kali menghasilkan kesuksesan yang lebih berkelanjutan dan dapat membentuk merek yang lebih kuat dan tangguh.

Kutipan ini memancing refleksi tentang batasan yang harus diambil dan bagaimana motif keuntungan diselaraskan dengan pertimbangan etis. Hal ini mendesak kita untuk mempertimbangkan apakah mengejar keuntungan secara terus-menerus saja sudah cukup atau apakah perlu ada pendekatan yang lebih luas dan komprehensif mengenai apa artinya sukses dalam bisnis. Keselarasan antara keuntungan dan tujuan dapat menjadi prinsip panduan bagi perusahaan yang ingin mempertahankan dampak positifnya dari waktu ke waktu.

---Naveen Tewari---

Page views
56
Pembaruan
Desember 25, 2025

Rate the Quote

Tambah Komentar & Ulasan

Ulasan Pengguna

Berdasarkan 0 ulasan
5 Bintang
0
4 Bintang
0
3 Bintang
0
2 Bintang
0
1 Bintang
0
Tambah Komentar & Ulasan
Kami tidak akan pernah membagikan email Anda dengan orang lain.