Segera setelah perang diumumkan, mustahil untuk menahan para penyair. Rhyme masih merupakan drum yang paling efektif.
(As soon as war is declared it will be impossible to hold the poets back. Rhyme is still the most effective drum.)
Kutipan ini menyoroti peran kuat puisi dan ekspresi artistik bahkan di tengah kekacauan dan kekerasan perang. Hal ini menunjukkan bahwa ketika konflik muncul, suara para penyair dan kreatif menjadi tak terbendung, yang berfungsi sebagai cerminan realitas dan seruan untuk bertindak. Puisi secara historis telah menjadi alat penting untuk membentuk opini publik, menginspirasi perlawanan, dan mendokumentasikan pengalaman manusia selama masa-masa sulit. Metafora rima sebagai "gendang paling efektif" menekankan bahwa ritme puisi dapat bergema secara mendalam, menggalang semangat orang-orang dan menggugah emosi sama kuatnya dengan genderang perang. Di masa yang penuh gejolak, seni menemukan cara untuk melampaui sensor dan penindasan, saluran kebenaran dan harapan yang tidak bisa dibungkam. Hal ini menggarisbawahi pentingnya suara-suara kreatif dalam membentuk sejarah, terutama pada masa konflik. Gagasan bahwa penyair tidak dapat ditahan ketika perang diumumkan menunjukkan pengakuan bahwa kebenaran dan ekspresi manusia pada dasarnya tangguh dan penting bagi kesadaran masyarakat. Secara keseluruhan, kutipan tersebut merayakan puisi tidak hanya sebagai bentuk seni, tetapi sebagai katalisator perlawanan, persatuan, dan kenangan dalam menghadapi kesulitan.