Pada usia 12 tahun saya memenangkan hadiah sekolah untuk Esai Bahasa Inggris Terbaik. Hadiahnya adalah salinan 'Pengantar Sastra Inggris dan Amerika Modern' karya Somerset Maugham. Sampai hari ini aku menyimpannya di rak di antara koleksi karya Foresterku dan guci kecil berisi abu ibuku.

Pada usia 12 tahun saya memenangkan hadiah sekolah untuk Esai Bahasa Inggris Terbaik. Hadiahnya adalah salinan 'Pengantar Sastra Inggris dan Amerika Modern' karya Somerset Maugham. Sampai hari ini aku menyimpannya di rak di antara koleksi karya Foresterku dan guci kecil berisi abu ibuku.


(At the age of 12 I won the school prize for Best English Essay. The prize was a copy of Somerset Maugham's 'Introduction To Modern English And American Literature.' To this day I keep it on the shelf between my collection of Forester's works and the little urn that contains my mother's ashes.)

(0 Ulasan)

Kutipan ini membangkitkan rasa nostalgia yang kuat dan pentingnya sastra dalam membentuk identitas seseorang dan melestarikan kenangan. Pencapaian pembicara muda pada usia dua belas tahun melambangkan momen mendasar, di mana kecintaan terhadap bahasa dan bercerita dipupuk, yang mengisyaratkan hasrat seumur hidup untuk membaca dan menekuni sastra. Penyebutan khusus buku Somerset Maugham menandakan lebih dari sekedar hadiah; itu mewujudkan pengakuan atas keunggulan sastra dan pengaruh para penulis yang mengeksplorasi sifat manusia dan tema-tema kemasyarakatan. Menyimpan buku tersebut di rak di samping koleksi karya Forester dan sebuah guci berisi abu ibu pembicara menunjukkan adanya hubungan yang mendalam antara sastra, pertumbuhan pribadi, dan kenangan. Hal ini menyoroti bagaimana buku dapat berfungsi sebagai sumber inspirasi dan kenangan, menyangga kenangan, nilai-nilai, dan identitas seseorang. Tindakan pelestarian yang kecil namun bermakna ini menggarisbawahi gagasan bahwa cerita dan pengetahuan merupakan bagian integral dari kehidupan kita, yang mampu memberikan kenyamanan, bimbingan, dan rasa kesinambungan melalui perubahan dan kehilangan hidup. Makna pribadi yang terkandung dalam buku ini menunjukkan apresiasi yang mendalam terhadap peran sastra dalam momen refleksi dan duka, menjadikannya simbol berharga dari kemenangan masa lalu dan orang-orang terkasih. Dengan cara ini, kutipan tersebut merangkum bagaimana pencapaian masa kanak-kanak dapat bergema selama bertahun-tahun, terjalin dengan sejarah pribadi, dan bagaimana sastra tetap menjadi teman setia dalam suka dan duka hidup.

Page views
39
Pembaruan
Juni 24, 2025

Rate the Quote

Tambah Komentar & Ulasan

Ulasan Pengguna

Berdasarkan 0 ulasan
5 Bintang
0
4 Bintang
0
3 Bintang
0
2 Bintang
0
1 Bintang
0
Tambah Komentar & Ulasan
Kami tidak akan pernah membagikan email Anda dengan orang lain.