Bisbol dimaksudkan sebagai permainan kontemplatif. Mereka memainkan musik untuk menarik generasi muda ke permainan tersebut. Jika anak muda tidak bisa menonton pertandingan tanpa musik, maka mereka harus tinggal di rumah.

Bisbol dimaksudkan sebagai permainan kontemplatif. Mereka memainkan musik untuk menarik generasi muda ke permainan tersebut. Jika anak muda tidak bisa menonton pertandingan tanpa musik, maka mereka harus tinggal di rumah.


(Baseball is meant to be a contemplative game. They play music to draw young people to the game. If young people can't come to the game without music, then they should stay home.)

📖 W. P. Kinsella

🌍 Kanada  |  👨‍💼 Novelis

(0 Ulasan)

Kutipan ini menyoroti perspektif tentang bagaimana esensi olahraga tradisional, khususnya bisbol, berakar pada apresiasi seluk-beluk dan momen kontemplatif yang ditawarkan permainan tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa bisbol lebih dari sekedar hiburan; ini adalah pengalaman yang membutuhkan fokus dan refleksi terhadap nuansa permainan, seperti strategi, keterampilan, dan kesabaran. Penyebutan musik yang digunakan untuk menarik penonton muda menimbulkan kekhawatiran akan potensi terkikisnya sifat kontemplatif ini. Hal ini mempertanyakan apakah penambahan hiburan yang dangkal memenuhi semangat olahraga yang sebenarnya atau hanya mengubahnya untuk memenuhi rentang perhatian jangka pendek. Penulis tampaknya menganjurkan pelestarian integritas olahraga, dengan menyiratkan bahwa jika penggemar muda tidak dapat menikmati permainan tanpa gangguan seperti musik, mungkin tidak ada hubungan nyata dengan olahraga tersebut. Perspektif ini mendorong apresiasi dan pemahaman yang lebih dalam terhadap kualitas dasar permainan dibandingkan merayu penonton dengan rangsangan eksternal. Hal ini mendorong kita untuk merenungkan pentingnya keaslian dalam olahraga dan hiburan, menganjurkan keterlibatan yang tulus dibandingkan peningkatan yang dangkal. Meskipun olahraga kontemporer sering kali menyertakan musik, keriuhan yang meriah, dan teknik hiburan lainnya untuk meningkatkan kehadiran dan penayangan, kutipan ini mengajak kita untuk mempertimbangkan apa yang mungkin hilang dalam proses tersebut. Esensi olahraga—ritme, tradisi, dan momen kontemplatifnya—mungkin berisiko dibayangi oleh gangguan yang menghalangi apresiasi sejati. Perspektif ini sangat relevan dalam budaya yang serba cepat saat ini, di mana rangsangan eksternal sering kali menutupi kehalusan dan kedalaman yang membuat olahraga seperti bisbol tidak lekang oleh waktu dan bermakna.

Page views
101
Pembaruan
Desember 25, 2025

Rate the Quote

Tambah Komentar & Ulasan

Ulasan Pengguna

Berdasarkan 0 ulasan
5 Bintang
0
4 Bintang
0
3 Bintang
0
2 Bintang
0
1 Bintang
0
Tambah Komentar & Ulasan
Kami tidak akan pernah membagikan email Anda dengan orang lain.