Bolton adalah tahapan penting lainnya bagi saya. Saya belajar banyak, meski saya tidak bertarung memperebutkan gelar apa pun. Kami tidak terlalu dekat, hanya satu semifinal Piala FA dan kemudian saya pergi ke Sunderland hanya selama empat atau lima bulan dan kami berjuang melawan degradasi.
(Bolton was another important stage for me. I learned a lot, even if I didn't fight for any titles. We were not too close, only one semi-final of the FA Cup and then I went to Sunderland for only four or five months and we fought relegation.)
Kutipan ini menyoroti perjalanan seorang pemain yang merefleksikan waktunya di Bolton. Meskipun tidak meraih gelar-gelar utama, ia menghargai pengalaman dan pembelajaran, menekankan pertumbuhan pribadi dibandingkan trofi. Penyebutannya tentang kesuksesan terbatas bersama Bolton dan tugas singkatnya di Sunderland untuk berjuang melawan degradasi menggarisbawahi tantangan dan naik turunnya karier sepak bola. Hal ini mengungkapkan perspektif yang berbeda, berfokus pada proses dan pengembangan, bukan hanya pada kemenangan. Refleksi seperti ini dapat menginspirasi para calon atlet untuk mengapresiasi setiap babak dalam kariernya, bahkan yang penuh dengan rintangan dan prestasi yang kurang memuaskan.