Namun Sosialisme saja dapat mewujudkan penentuan nasib sendiri bagi masyarakatnya.
(But Socialism, alone, can bring self-determination of their peoples.)
Kutipan ini menggarisbawahi keyakinan mendalam bahwa sosialisme memegang kunci yang memungkinkan bangsa dan masyarakat mencapai penentuan nasib sendiri yang sesungguhnya. Konsep penentuan nasib sendiri merupakan hal mendasar dalam memahami bagaimana masyarakat dan negara mencari otonomi, kendali atas sumber daya mereka, dan kemampuan untuk membentuk masa depan politik dan ekonomi mereka sendiri. Secara historis, upaya mencapai kemerdekaan dan pemerintahan mandiri sering kali terhambat oleh rezim yang menindas, kekuatan kolonial, atau eksploitasi ekonomi. Dalam konteks seperti ini, sosialisme tidak hanya dilihat sebagai kerangka ekonomi namun juga sebagai katalisator untuk mewujudkan kesetaraan, mengurangi kesenjangan, dan membongkar sistem imperialisme dan kapitalisme yang melanggengkan ketergantungan dan penindasan.
Gagasan ini menyatakan bahwa hanya melalui prinsip-prinsip sosialisme—kepemilikan bersama, pengambilan keputusan kolektif, dan distribusi sumber daya berdasarkan kebutuhan—semangat otonomi yang sejati dapat dicapai tanpa pengaruh kekuatan eksternal atau elitis. Hal ini mendorong visi masyarakat di mana setiap individu memiliki hak dan suara yang setara, yang pada gilirannya menumbuhkan rasa kebersamaan dan kebanggaan nasional yang lebih luas. Namun, penting juga untuk mempertimbangkan tantangan praktis dan konteks sejarah di mana rezim sosialis menghadapi isu otoritarianisme, kurangnya kebebasan individu, atau inefisiensi ekonomi, yang memperumit gagasan murni pernyataan ini.
Namun demikian, pesan intinya menganjurkan struktur masyarakat yang transformatif—struktur yang memprioritaskan kesejahteraan kolektif dan memberdayakan masyarakat untuk menentukan nasib mereka sendiri, bebas dari eksploitasi dan dominasi eksternal. Penegasan ini mempunyai tempat yang sah dalam wacana pembebasan, keadilan sosial, dan kedaulatan politik, sehingga memicu perdebatan tentang jalan terbaik untuk mencapai kemerdekaan dan kesejahteraan sejati.
---Karl Liebknecht---