Tapi kebenaran itu seperti mesin yang meronta-ronta; Sensibilitas tender harus kabur.
(But truth is like a thrashing-machine; tender sensibilities must keep out of the way.)
Kutipan "tetapi kebenaran seperti mesin yang meronta-ronta; kepekaan tender harus kabur," menangkap gagasan bahwa realitas yang berhadapan bisa keras dan tidak berseru. Sama seperti mesin yang meronta -ronta memisahkan biji -bijian dari sekam, kebenaran bisa brutal dan tidak nyaman, sering kali meninggalkan aspek sensitif dan rapuh dari diri kita sendiri rentan. Dalam menavigasi kehidupan, seseorang mungkin perlu mendekati kebenaran dengan ketahanan dan kesiapan untuk menghadapi kenyataan yang keras daripada menghindarinya.
Pekerjaan Herman Melville, "The Confidence-Man," mengeksplorasi tema penipuan dan kesadaran diri. Melalui metafora ini, ia menyarankan bahwa hanya mereka yang dapat menahan kerasnya kebenaran yang akan muncul dengan pemahaman yang jelas tentang diri mereka sendiri dan dunia. Bagi orang yang lebih sensitif, tetap jauh dari konfrontasi dengan kebenaran kadang-kadang bisa menjadi bentuk pelestarian diri di dunia yang bisa tidak memaafkan.