Anak-anak mempunyai daya observasi yang sangat tajam – mungkin lebih tajam daripada orang dewasa – namun pada saat yang sama reaksi emosional mereka suram dan jauh lebih primitif.
(Children have very sharp powers of observation - probably sharper than adults - yet at the same time their emotional reactions are murky and much more primitive.)
Persepsi anak-anak yang meningkat memungkinkan mereka memperhatikan detail yang sering diabaikan orang dewasa, sehingga membuat pengamatan mereka menjadi sangat tajam. Namun, perkembangan emosi mereka berjalan berbeda, sehingga menimbulkan reaksi yang tampak tidak jelas atau tidak sempurna. Kontras ini menyoroti kompleksitas masa kanak-kanak – periode kesadaran yang intens ditambah dengan lanskap emosional yang masih dalam tahap pendewasaan. Mengenali dikotomi ini dapat menumbuhkan kesabaran dan pemahaman yang lebih besar ketika berinteraksi dengan pikiran anak muda, menghargai persepsi mereka tanpa mengharapkan respons emosional yang berkembang sepenuhnya.