Penghinaan adalah satu-satunya ekspresi asimetris dalam sistem otot wajah: rasa jijik, takut, bahagia, terkejut, dan marah biasanya mengekspresikan diri mereka secara simetris. Penghinaan ditandai dengan salah satu sudut bibir ditarik ke atas dan seringai meremehkan.

Penghinaan adalah satu-satunya ekspresi asimetris dalam sistem otot wajah: rasa jijik, takut, bahagia, terkejut, dan marah biasanya mengekspresikan diri mereka secara simetris. Penghinaan ditandai dengan salah satu sudut bibir ditarik ke atas dan seringai meremehkan.


(Contempt is the only asymmetrical expression in the muscular facial system: Disgust, fear, happiness, surprise, and anger typically express themselves symmetrically. Contempt is marked by one lip corner pulled up and in a dismissive sneer.)

📖 Gena Showalter

🌍 Amerika  |  👨‍💼 Pengarang

(0 Ulasan)

Kutipan ini menyoroti aspek menarik dari ekspresi manusia dan komunikasi non-verbal. Gagasan bahwa rasa jijik diekspresikan secara unik secara asimetris - khususnya melalui satu sudut bibir yang terangkat - menunjukkan bahwa emosi ini berbeda baik secara psikologis maupun fisik dari emosi utama lainnya. Dalam banyak hal, ekspresi wajah berfungsi sebagai jendela untuk melihat keadaan emosi kita, sering kali secara tidak sadar mengungkapkan perasaan kita yang sebenarnya. Simetri ekspresi seperti kebahagiaan atau kemarahan selaras dengan fungsi evolusionernya, menandakan emosi yang jelas dan beberapa orang mungkin mengatakan emosi yang lebih dapat dipahami secara universal. Namun, penghinaan, jika disajikan secara sepihak, mungkin merupakan perwujudan informasi sosial yang kompleks, seperti penghinaan atau superioritas, yang lebih halus namun sama kuatnya dalam komunikasi. Asimetri ini dapat menunjukkan campuran emosi, seperti rasa jijik yang dikombinasikan dengan sikap meremehkan, menjadikannya sebuah isyarat yang berbeda yang mungkin diabaikan atau disalahpahami jika seseorang hanya mencari ekspresi tradisional dan simetris. Memahami sifat unik dari penghinaan seperti yang dijelaskan memperkaya pemahaman kita tentang interaksi sosial, sinyal emosional, dan bahkan keadaan internal pribadi. Mengenali isyarat-isyarat halus ini dapat meningkatkan empati, resolusi konflik, dan kesadaran sosial, karena kita menjadi lebih terbiasa dengan ekspresi-ekspresi yang kurang jelas yang mendasari hubungan antarmanusia.

Page views
52
Pembaruan
Juli 28, 2025

Rate the Quote

Tambah Komentar & Ulasan

Ulasan Pengguna

Berdasarkan 0 ulasan
5 Bintang
0
4 Bintang
0
3 Bintang
0
2 Bintang
0
1 Bintang
0
Tambah Komentar & Ulasan
Kami tidak akan pernah membagikan email Anda dengan orang lain.