Novel kriminal memiliki awal, tengah, dan akhir yang jelas: misteri, penyelidikan, dan penyelesaiannya. Pembaca mengharapkan peristiwa-peristiwa terjadi secara logis dan efisien, dan harapan-harapan ini memaksa penulis untuk menghabiskan banyak waktu mengerjakan struktur makro daripada mempercantik kalimat-kalimat individual.

Novel kriminal memiliki awal, tengah, dan akhir yang jelas: misteri, penyelidikan, dan penyelesaiannya. Pembaca mengharapkan peristiwa-peristiwa terjadi secara logis dan efisien, dan harapan-harapan ini memaksa penulis untuk menghabiskan banyak waktu mengerjakan struktur makro daripada mempercantik kalimat-kalimat individual.


(Crime novels have a clear beginning, middle, and end: a mystery, its investigation, and its resolution. The reader expects events to play out logically and efficiently, and these expectations force the writer to spend a good deal of time working on macrostructure rather than prettifying individual sentences.)

📖 Jesse Kellerman

🌍 Amerika  |  👨‍💼 Novelis

(0 Ulasan)

Kutipan ini menekankan pentingnya struktur dan perkembangan logis dalam novel kriminal. Hal ini menyoroti bagaimana ekspektasi pembaca terhadap narasi yang koheren dan efisien memaksa penulis untuk fokus pada gambaran yang lebih besar—pengembangan plot dan tempo—dibandingkan bahasa dekoratif atau hiasan gaya. Keseimbangan ini memastikan cerita tetap menarik, jelas, dan memuaskan, membuktikan bahwa penceritaan yang baik sering kali mengutamakan kejelasan dan alur logis daripada ekspresi yang penuh hiasan. Wawasan seperti ini sangat berharga bagi penulis mana pun yang ingin menciptakan narasi menarik dalam konvensi genre.

Page views
0
Pembaruan
Januari 09, 2026

Rate the Quote

Tambah Komentar & Ulasan

Ulasan Pengguna

Berdasarkan 0 ulasan
5 Bintang
0
4 Bintang
0
3 Bintang
0
2 Bintang
0
1 Bintang
0
Tambah Komentar & Ulasan
Kami tidak akan pernah membagikan email Anda dengan orang lain.