Pendidikan adalah indoktrinasi jika Anda berkulit putih, dan penaklukan jika Anda berkulit hitam.

Pendidikan adalah indoktrinasi jika Anda berkulit putih, dan penaklukan jika Anda berkulit hitam.


(Education is indoctrination if you're white - subjugation if you're black.)

📖 James Baldwin

🌍 Amerika  |  👨‍💼 Novelis

🎂 August 2, 1924  –  ⚰️ December 1, 1987
(0 Ulasan)

Kutipan ini menyoroti kritik yang mendalam dan meresahkan terhadap sistem pendidikan yang dapat melanggengkan kesenjangan dan bias sosial tergantung pada latar belakang ras seseorang. Hal ini menunjukkan bahwa sistem yang dirancang untuk memberi informasi dan memberdayakan, dalam beberapa konteks, digunakan sebagai alat kontrol dan penindasan. Bagi individu berkulit putih, pendidikan dapat berfungsi sebagai bentuk indoktrinasi, memperkuat perspektif tertentu, hak istimewa, dan mungkin asumsi yang tidak dapat disangkal yang menopang struktur masyarakat yang ada. Sebaliknya, bagi individu berkulit hitam, pendidikan dapat dianggap sebagai alat penaklukan, yang digunakan secara historis dan dalam beberapa konteks saat ini untuk menegakkan kesenjangan sistemik, meminggirkan pengalaman mereka, dan menekan suara mereka.

Berkaca pada hal ini, laporan ini menggarisbawahi pentingnya mengkaji secara kritis apa saja yang termasuk dalam pendidikan dan siapa yang dilayaninya. Pendidikan idealnya harus menjadi sarana pembebasan—memberdayakan semua individu untuk berpikir kritis, mempertanyakan otoritas, dan menantang sistem yang tidak adil. Namun, kenyataannya sering kali berbeda dari idealisme ini, sehingga memunculkan bias mendasar yang mengacaukan konten dan akses pendidikan.

Lebih jauh lagi, kutipan tersebut menantang kita untuk berpikir tentang konteks sejarah dan sosial yang mempengaruhi narasi pendidikan. Di banyak masyarakat, kurikulum telah digunakan untuk memperkuat ideologi dominan yang melayani kepentingan kelompok yang memiliki hak istimewa, membingkai sejarah dan budaya dengan cara yang meminggirkan suara minoritas. Dikotomi yang disajikan di sini meminta perhatian terhadap perlunya reformasi pendidikan yang benar-benar mengedepankan kesetaraan, keberagaman, dan inklusi.

Hal ini juga memicu introspeksi mengenai peran individu dalam sistem ini. Menyadari bagaimana pendidikan dapat memberikan manfaat dan melemahkan keadilan sosial merupakan hal yang sangat penting untuk menciptakan masyarakat yang lebih adil dimana pendidikan berperan sebagai alat untuk memberdayakan, bukan sebagai alat penindasan. Hal ini mendorong dialog dan aktivisme berkelanjutan yang bertujuan untuk mengubah praktik pendidikan sehingga benar-benar bermanfaat bagi martabat dan potensi setiap orang, tanpa memandang ras atau latar belakang.

Page views
46
Pembaruan
Desember 25, 2025

Rate the Quote

Tambah Komentar & Ulasan

Ulasan Pengguna

Berdasarkan 0 ulasan
5 Bintang
0
4 Bintang
0
3 Bintang
0
2 Bintang
0
1 Bintang
0
Tambah Komentar & Ulasan
Kami tidak akan pernah membagikan email Anda dengan orang lain.