Bahkan keputusan awal yang egois pun menunjukkan adanya arah. Kemudian anak-anak sungai kecil yang berliku-liku datang, menyatu menjadi sungai-sungai kecil dan segera menjadi sungai-sungai yang lebih besar; akhirnya seseorang tersapu oleh sungai besar yang mengalir ke jurang kesengsaraan dan kesengsaraan yang tiada habisnya. {Halo. 5:12}.

Bahkan keputusan awal yang egois pun menunjukkan adanya arah. Kemudian anak-anak sungai kecil yang berliku-liku datang, menyatu menjadi sungai-sungai kecil dan segera menjadi sungai-sungai yang lebih besar; akhirnya seseorang tersapu oleh sungai besar yang mengalir ke jurang kesengsaraan dan kesengsaraan yang tiada habisnya. {Halo. 5:12}.


(Even the early droplets of selfish decisions suggest a direction. Then the little inflecting rivulets come, merging into small brooks and soon into larger streams; finally one is swept along by a vast river which flows into the gulf of misery and endless woe. {Hel. 5:12}.)

📖 Neal A. Maxwell

🌍 Amerika

🎂 July 6, 1926  –  ⚰️ July 21, 2004
(0 Ulasan)

Kutipan ini berfungsi sebagai pengingat yang kuat tentang bagaimana pilihan-pilihan kecil dapat menghasilkan hasil yang signifikan, menekankan reaksi berantai yang dapat dihasilkan oleh keputusan yang egois. Pada awalnya, tindakan kita mungkin tampak sepele—hanya tetesan air yang dampaknya tampak tidak berarti. Namun, keputusan awal ini menjadi landasan bagi perilaku selanjutnya, seperti anak sungai yang secara bertahap mengarah ke sungai yang lebih besar. Seiring waktu, aliran-aliran ini bertemu, menciptakan arus kuat yang dapat menarik individu menuju tujuan yang merusak, yang diringkas di sini sebagai "jurang kesengsaraan dan kesengsaraan yang tiada habisnya". Gambaran ini menggarisbawahi pentingnya kewaspadaan dalam memilih, menggambarkan bagaimana tindakan kecil sekalipun yang didorong oleh keegoisan dapat membawa seseorang menuju penderitaan. Ini menunjukkan tanggung jawab pribadi, mendorong kesadaran akan dampak jangka panjang dari tindakan kita. Menyadari proses ini menumbuhkan rasa kewaspadaan; Setiap pilihan, sekecil apapun, berpotensi mempengaruhi nasib seseorang. Metafora ini juga menyoroti bahwa membalikkan arah ini atau mengarahkannya secara berbeda memerlukan upaya sadar. Hal ini mengundang refleksi mengenai kebajikan, pengendalian diri, dan pentingnya membuat keputusan etis sejak dini, mencegah terkikisnya kebaikan secara bertahap dan akhirnya tenggelam dalam konsekuensi negatif. Secara keseluruhan, kutipan ini mengingatkan kita bahwa hidup kita tidak hanya dibentuk oleh satu pilihan besar, namun juga oleh serangkaian keputusan kecil yang, jika digabungkan, akan membawa kita menuju kepuasan atau keputusasaan.

Page views
40
Pembaruan
Juli 28, 2025

Rate the Quote

Tambah Komentar & Ulasan

Ulasan Pengguna

Berdasarkan 0 ulasan
5 Bintang
0
4 Bintang
0
3 Bintang
0
2 Bintang
0
1 Bintang
0
Tambah Komentar & Ulasan
Kami tidak akan pernah membagikan email Anda dengan orang lain.