Hukum yang ekstrim seringkali merupakan ketidakadilan yang ekstrim.
(Extreme law is often extreme injustice.)
Kutipan dari Terence ini menyoroti paradoks mendasar dalam sistem hukum dan masyarakat. Hukum secara tradisional dirancang untuk meningkatkan ketertiban, keadilan, dan stabilitas dalam suatu komunitas. Namun, ketika undang-undang menjadi terlalu keras, kaku, atau ditegakkan tanpa mempertimbangkan keadaan individu, hal tersebut dapat mengakibatkan hasil yang tidak adil. Ungkapan tersebut menunjukkan bahwa penerapan hukum yang terlalu ketat atau tanpa kompromi dapat menghasilkan situasi di mana hukuman atau konsekuensinya jauh melebihi tindakan salah yang semula, sehingga melanggar prinsip-prinsip keadilan dan kesetaraan yang seharusnya dijunjung tinggi. Dalam konteks dunia nyata, hal ini dapat diamati dalam sistem hukum yang bersifat menghukum di mana hukuman yang kejam dijatuhkan tanpa mempertimbangkan niat, penyesalan, atau potensi rehabilitasi. Kejadian-kejadian seperti ini seringkali menimbulkan kerugian sosial karena menumbuhkan kebencian, ketidaksetaraan, dan hilangnya kepercayaan terhadap lembaga-lembaga keadilan. Sebaliknya, hal ini juga mendorong refleksi mengenai pentingnya menyeimbangkan penegakan hukum dengan kasih sayang dan kebijaksanaan. Sistem hukum yang adil tidak hanya harus menjunjung hukum tetapi juga menafsirkan dan menegakkannya dengan mempertimbangkan kompleksitas kemanusiaan dan nuansa moral. Seiring dengan perkembangan masyarakat, tantangannya adalah terus-menerus mereformasi undang-undang agar dapat memberikan keadilan dan bukannya menjadi alat penindasan dengan kedok legalitas. Memahami bahaya tindakan hukum yang ekstrem menggarisbawahi perlunya pendekatan yang manusiawi dan fleksibel yang mengutamakan pertimbangan etis dan martabat individu dibandingkan sekadar kepatuhan terhadap aturan. Kutipan tersebut mengingatkan kita bahwa hukum, jika diterapkan secara ekstrem, dapat menyimpang dari tujuan mendasarnya, yakni memberikan keadilan dan malah menjadi instrumen ketidakadilan itu sendiri.