Ekstremisme dalam membela kebebasan bukanlah suatu kejahatan, namun saya mengecam ekstremisme politik, baik sayap kiri maupun kanan, yang didasarkan pada sikap bermuka dua, kepalsuan, ketakutan, kekerasan, dan ancaman yang membahayakan kebebasan.
(Extremism in defense of liberty is not a vice, but I denounce political extremism, of the left or the right, based on duplicity, falsehood, fear, violence and threats when they endanger liberty.)
Kutipan ini menyoroti keseimbangan antara membela kebebasan dan bahaya ekstremisme. Hal ini menggarisbawahi bahwa komitmen yang penuh semangat terhadap kebebasan tidak boleh membenarkan tindakan yang merugikan atau radikal, terutama bila didasarkan pada taktik yang tidak etis seperti kebohongan dan kekerasan. Penekanannya adalah pada mempertahankan prinsip-prinsip tanpa terjerumus ke dalam tindakan ekstrem yang merusak, dan menganjurkan pendekatan terukur yang menghormati nilai-nilai demokrasi dan hak asasi manusia. Menyadari bahaya dari kedua ujung spektrum politik akan mendorong upaya mencapai kebebasan yang lebih bijaksana dan seimbang.