Bagi saya, saya suka musik rap jadul. Ada suatu masa ketika musik secara keseluruhan begitu kaya, dan isi dari apa yang dibicarakan orang begitu mendalam di setiap level, lagu demi lagu, pound-for-pound, dan di radio, ada begitu banyak konten. Sejujurnya, saya lebih tertarik pada jenis musik itu.
(For me, I like old-school rap music. There was a time when music was so, so rich overall, and the content of what people talked about was so deep on every level, song-for-song, pound-for-pound, and on radio, there was so much content. I gravitate more towards that type of music, to be honest.)
Kutipan ini mencerminkan apresiasi nostalgia atas kedalaman dan kekayaan rap jadul tradisional. Ini menyoroti kerinduan akan masa ketika musik dipenuhi dengan konten dan kualitas yang bermakna, menekankan preferensi artis terhadap keaslian dan substansi liris dibandingkan tren kontemporer. Sentimen seperti ini bergema di kalangan pendengar yang menghargai kedalaman penulisan lagu dan makna budaya musik sebagai media penyampaian cerita yang kuat.