Saat tumbuh dewasa, saya selalu terlibat dalam komunitas tunarungu.
(Growing up, I was always involved in the deaf community.)
Terlibat secara aktif dalam komunitas tuna rungu sejak usia muda kemungkinan besar memberikan rasa identitas dan rasa memiliki yang unik. Ini menumbuhkan pemahaman dan apresiasi yang mendalam terhadap budaya tunarungu, bahasa, dan pengalaman bersama. Keterlibatan seperti ini dapat memberdayakan individu, membangun kepercayaan diri, dan mendorong advokasi hak-hak tunarungu. Tumbuh dalam komunitas ini mungkin juga memengaruhi perspektif seseorang mengenai komunikasi, inklusivitas, dan ketahanan dalam menghadapi tantangan sosial.