Setelah menonton televisi, saya memainkan peran atau membayangkan diri saya di acara televisi atau semacamnya. Hal ini mungkin selalu berlaku pada tipe anak tertentu, bahkan sebelum ada televisi, tapi menurut saya hal ini telah diperkuat hingga ke tingkat yang tidak masuk akal.

Setelah menonton televisi, saya memainkan peran atau membayangkan diri saya di acara televisi atau semacamnya. Hal ini mungkin selalu berlaku pada tipe anak tertentu, bahkan sebelum ada televisi, tapi menurut saya hal ini telah diperkuat hingga ke tingkat yang tidak masuk akal.


(Having watched television, I would kind of play the role or picture myself on a television show or something like that. That's maybe always been true of a certain type of kid, even before television maybe, but I think it's been amplified to an insane level.)

πŸ“– Mary Gaitskill

🌍 Amerika  |  πŸ‘¨β€πŸ’Ό Novelis

(0 Ulasan)

Kutipan ini menyoroti bagaimana televisi mempengaruhi cara anak-anak membayangkan diri mereka dan identitas mereka. Hal ini menunjukkan bahwa media tidak hanya menghibur tetapi juga membentuk persepsi diri, sering kali mengintensifkan kecenderungan yang ada untuk meniru karakter atau skenario yang terlihat di layar. Penguatan ini dapat berdampak pada aspirasi, citra diri, dan pemahaman anak-anak tentang dunia, sehingga menekankan peran kuat media dalam pengembangan pribadi dan sosialisasi.

Page views
0
Pembaruan
Januari 16, 2026

Rate the Quote

Tambah Komentar & Ulasan

Ulasan Pengguna

Berdasarkan 0 ulasan
5 Bintang
0
4 Bintang
0
3 Bintang
0
2 Bintang
0
1 Bintang
0
Tambah Komentar & Ulasan
Kami tidak akan pernah membagikan email Anda dengan orang lain.