Terburu-buru dan khawatir sampai kita terkubur, dan tidak ada panggilan tirai, lagipula hidup adalah proposisi yang sangat lucu.

Terburu-buru dan khawatir sampai kita terkubur, dan tidak ada panggilan tirai, lagipula hidup adalah proposisi yang sangat lucu.


(Hurried and worried until we're buried, and there's no curtain call, Life's a very funny proposition after all.)

📖 George M. Cohan

🌍 Amerika  |  👨‍💼 Aktor

🎂 July 3, 1878  –  ⚰️ November 5, 1942
(0 Ulasan)

Kutipan ini dengan tajam menggambarkan arus kehidupan modern yang tiada henti dan kegelisahan yang sering menyertainya. Kita sering kali terjebak dalam siklus ketergesaan dan kekhawatiran yang terus-menerus, mendorong diri kita sendiri untuk mencapai lebih banyak hal, seringkali dengan mengorbankan kedamaian dan kehadiran. Metafora 'terburu-buru dan khawatir sampai kita terkubur' menunjukkan bahwa hidup kita hanya sementara dan kesibukan kita mungkin tidak memiliki arti yang bertahan lama. Ungkapan 'tidak ada tirai yang ditutup' lebih jauh menekankan finalitas kematian—tidak seperti pertunjukan teater, kehidupan tidak memberi kita waktu untuk membungkuk atau mendapat tepuk tangan setelah kita meninggal atas perjuangan atau pencapaian kita.

Pemikiran penutup, “Bagaimanapun juga, hidup adalah proposisi yang sangat lucu,” mengundang kontemplasi tentang sifat paradoks dari keberadaan. Hidup memang tidak bisa ditebak, ironis, dan terkadang tidak masuk akal; kita manusia menginvestasikan begitu banyak energi untuk hal-hal sepele atau kekhawatiran yang, dalam rencana besar, tidak berarti apa-apa. Humor atau 'kelucuan' ​​di sini bisa diartikan sebagai ajakan untuk tidak menganggap hidup terlalu serius—mengakui kontradiksi-kontradiksi yang ada di dalamnya dan mencari kegembiraan di tengah ketidakpastian.

Merenungkan kutipan ini menantang kita untuk mempertimbangkan kembali pendekatan kita terhadap waktu, stres, dan tujuan hidup. Hal ini mendorong untuk memperlambat, hadir, dan menemukan makna di balik kesibukan dan kekhawatiran yang tiada akhir. Menyadari bahwa hidup tidak menawarkan akhir pertunjukan di mana segala sesuatunya dibungkus dengan rapi harus menginspirasi kita untuk menghargai setiap momen dan hidup secara otentik, dengan lebih sedikit kekhawatiran akan hasil. Intinya, hal ini menyarankan untuk menerima ketidakkekalan hidup dan keunikan yang menjadikannya manusia yang unik.

Page views
175
Pembaruan
Juni 01, 2025

Rate the Quote

Tambah Komentar & Ulasan

Ulasan Pengguna

Berdasarkan 0 ulasan
5 Bintang
0
4 Bintang
0
3 Bintang
0
2 Bintang
0
1 Bintang
0
Tambah Komentar & Ulasan
Kami tidak akan pernah membagikan email Anda dengan orang lain.